Belenggu rasa ini kian tak bisa tertandingi
dinding pemisah halangan tuk bersanding seolah kukuh berdiri
Ku hanya jadi pungguk yang harapkan datangnya sapaan bulan
Ku tau semua impian dan harapanku semua takkan menjadi kenyataan
Kau terwujud sebagai langit sedangkan aku merendah di bumi
Serasa percuma saja bila ku biarkan rasa ini bersemi
Tak sedikit perbedaan yang ada di antara kita berdua
Hal ini cemaskan aku tuk ungkapkan rasa di hati
Karna ku bukan pangeran yang kan menjemputmu dengan kereta kencana
Tak pula seperti patriot panglima dengan berjuta titel dan lencana di dada
Ku memang tak sempurna
Namun ku masih punya harapan
-Angan tulus tuk bisa bahagiakanmu di hari depan
Ku coba sadar tuk merasa ini yang sia - sia
Jadi kuserahkan hatiku tuk menyimpan semua rahasia
Ya mungkin kau tak menghiraukan atau bahkan tak tau
Namun dengan palingkan muka dan senyumanmu menepis galauku
Ku coba tuk menarik perhatianmu dengan segala cara
Ku teriakkan namamu walaupun harus melawan arah
Ku tau ini parah dan tak sempurna
Ku hanya ingin kau tau bahwa sebenarnya aku ada
Aku hanya terus berharap tiap hari agar kau bisa merasakan
Di setiap detak pacuan jantungku
Adalah hadirmu yang ku harapkan
Meskipun sesak mencoba bertahan semoga kumasih sanggup
Bersamaan dengan bodohnya lisanku yang terus menerus terkatup
Entah sampai kapan rasa ini akan aku simpan
Dan bertahan dengan sembunyikan jutaan harapan
Semoga kelak kau rasakan maksudku yang terpendam
Bara yang begitu tulus hingga kini belum kunjung padam
Salahkah bila kupunya rasa ini
Tak bisa ku pendam dan ku ingkari
Harapan kau membuka sedikit pintu hati
Karna kau tau
ku bukan semu













0 komentar:
Posting Komentar