derasnya hujan
mengingatkan ku padamu
hingga air mata terteteskan sudah
ada apa ini
kenapa semua berubah dengan cepat
saad tawa tak lagi bersama
saad suka dan duka ku tahan seorang
saat melihat kalian saling tertawa
hati ini perih tak tertahan
namun kalian tak pernah mengerti
tak ada lagikah pintu maaf untuk ku
apakah semua harus sampai disini
tak adakan sebutan itu lagi buat ku
kenapa diam kalian jadikan senjata
maaf
maaf
maaf
pa kah tak cukup...
lelah aku,,,,
berjalan melangkah...
tak ada yang mengerti
ku rindui mu.......













0 komentar:
Posting Komentar