Radio indonesia

Akang Erdhy Mysterio
Merangkai Goresan di tengah hingar bingar suara ego sang waktu

Selasa, 12 Januari 2010

Akhir yang Tiada Berakhir (Bag. 1)

Semula aku tak tahu siapa sebenarnya dia, seorang gadis cantik yang berpenampilan anggun. Meskipun dia tidak pernah melihatku, tapi ku tahu kalau itu pernah dilakukannya padaku, walau tidak sesering aku melihatnya.

Ya, walau bagaimanapun aku ingin tahu juga siapa dia sebenarnya. Salah satu alasanku adalah karena banyak teman-temanku yang sering melirik dia, walaupun itu aku akui adalah wajar kalau mereka sering godain dia. Yach, karena apalagi kalau bukan karena dia memang cantik, pikirku. Tambahan lagi aku tau kalau beberapa temanku memang suka godain cewek-cewek yang baru mereka kenal.

Sejenak aku berpikir, untuk apa aku harus mikir sama dengan teman-temanku. Toh, semuanya khn gak ada untungnya bagiku. Lebih baik aku mikirin buat makan besok yang asalnya aku gak tau dari mana. Walaupun aku masih ingin tahu siapa dia sebenarnya. Bukan maksud apa-apa, aku hanya ingin memperbanyak teman.

Sambil uring-uringan ku sapu keringat yang membahasi keningku dengan punggung tangan yang ku rasakan juga terasa ikut kotor, mungkin karena aku bersandar di dinding yang kebetulan seprtinya kurang bersih.

"Tidak beberapa lama lagi, mungkin sudah sa'atnya keluar" kataku pada salah seorang temanku
"Ya, nyatai aja sebentar lagi kita khan keluar dari penjara ini" balasnya

Lalu kami mengalihkan topik pembicaraan kepada yang lain. Ya, memang kami berdua merasa sedikit tersiksa dengan acara ini, acara pelatihan pengenalan organisasi kampus. Meskipun banyak teman-teman lainnya yang sepertinya lebih menderita daripadaku, tapi aku tetap merasa dongkol dalam hati. Bagaimana tidak kesal, Wong aku dilatih sama adek juniorku. Merasa kesal juga sih dibentak sama mereka, tapi aku enggan melawan mereka, bukan karena aku takut, tapi aku merasa malas kalau adu mulut sama mereka. Bagiku mereka bukan lawan yang sepadan.

Sebenarnya aku sudah harus ikut pelatihan 2 tahun yang lalu, tapi karena aku sibuk bercampur malas, jadilah begini. Aku harus melakukannya sekarang.

****

"Akhirnya datang juga" kata temanku girang. Setelah kami diperbolehkan untuk melangkah keluar ruang pelatihan.

Tepat pada jalan keluar kebetulan aku berjalan beriringan sama dia, ku lihat dia berjalan bersama temannya yang pada akhirnya kuketahui mereka juga berbeda universitas, jadi sama denganku pikirku.

"Gimana mi?" tanyaku memulai pembicaraan,
"Capek banget nih" jawabnya singkat

Sejenak aku berpikir, kayaknya dia biasa-biasa aja. Hanya menurutku, diantara yang lain mungkin dia paling cantik, itu kuakui benar adanya. Mungkin karena itu banyak teman-temanku yang naksir dia. Malahan ada yang mulai menggodanya.

Meskipun ku lihat dia sangat kecapek an namun aku tetap ingin memancing dia untuk berbicara, moga-moga aku dimasukin dalam list temannya nanti pikirku. Akan tetapi pembicaraan ku terhenti karena ada temannya yang ingin bicara denganku. Ya, akhirnya aku gak jadi ngobrol dengan dia. Tapi gak apa-apalah pikirku, berarti khan ku tetap dapat teman baru, meskipun bukan dia.

Pada hari kedua, akhirnya aku dekat sama temannya ketimbang dengannya, sebut aja nama temannya Evi. Karena memang aku sudah merasa malas untuk ngobrol dengannya, soalnya teman-temanku sudah ada yang nekat mendekatinya.

"Biarin aja mereka berkembangbiak" pikirku sambil senyum, seolah-olah aku berpikiran dewasa dari mereka.
"Toh, aku khan hanya ingin berteman, buat apa susah-susah. Nanti bisa-bisa mereka mikir aku saingan lagi" batinku. Aku kan sudah kenal sama dia.

Begitulah sampai hari ketiga, aku dan Evi semakin akrab. Baik dalam ruang pelatihan, maupun di luar pada saat istirahat. Sampai-sampai ada yang bilang kami pacaran. Tapi bagiku itu biasa aja.
"Namanya anak-anak" pikirku sambil senyum.
Walaupu aku merasa Evi ada rasa suka gitu padaku. Tapi, ya... sepertinya aku tak mau peduli dengan itu.
"Masa bodo ah" batinku

***

Tidak terasa mataku terasa berat, seolah-olah tidak bisa dibuka lagi. Sampai-sampai untuk berjalan saja badanku terasa sempoyongan. tanpa merasa sedikit bersalah pun, ku tinggalkan saja acara pelatihan yang sedang ku ikuti.

Sambil mengendap-endap kulangkahkan kakiku ke arah mesjid kampus yang lokasinya tidak jauh dari ruang pelatihan. Alhasil, tujuan ku tercapai. "Misi selesai" kembali sifat gokil datang. Seiring dengan itu juga semangatku juga kembali datang, tapi bukan untuk melanjutkan acara pelatihan melainkan untuk tidur. Dan tanpa ada lagi babibu dan tanpa ada yang mengganggu aku berhasil menyelesaikan misi ku yang satu ini.

Kira-kira pada pukul 9 aku dibangunkan oleh seseorang sembari dia mengatakan bahwa acara pelatihan telah selesai. Kontan saja aku terkejut, karena aku ada janji foto bareng sama Evi dan teman-teman baru lainnya. Karena itu langsung aja aku cabut dari peraduan untuk mencari teman-teman yang ikut sama-sama pelatihan.

"Bisa berabe nih" pikirku
"Gimana kalau mereka sudah pulang, ingkar janji aku jadinya"

Jangan salah, meskipun aku orangnya ancur-ancuran, tapi kalau masalah janji aku tidak pernah panda enteng. Meskipun ada aku ingkar janji, tapi itu bukan masalah disengaja melainkan karena lupa dan ketiduran. Dua penyakit yang tidak bisa aku hilangkan sampai sekarang

Ternyata mereka masih on the place. Aku lega.

Tiba-tiba aku ingat seseorang yang pernah ku perhatikan di hari pertama waktu pelatihan. Ya,  pada waktu berkenalan aku ingat namanya ami. Sekalipun sering namanya lengkapnya kulihat dalam absen, tapi aku hanya peduli sama namanya singkatnya.

Akhirnya, sesuai rencana aku langsung ikut berpose ala kadarnya dengan mereka. Walaupun mataku masih mengantuk tapi aku paksa-paksakan diriku untuk ikut mereka. Mau gimana lagi, tampangku lagi hancur-hancurnya, bisa-bisa aku merusak hasil foto mereka nantinya.

Beberapa saat kemudian, aku melihat ada yang beda dengannya, walaupun semulanya aku masih cuek, tapi secara diam-diam aku selalu perhatikan dia. Pada akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa dia itu tipe orang yang hampir sama denganku, dia selalu ceria. Dan satu hal yang aku mulai suka padanya adalah aku melihat ada aura keikhlasan dari senyumnya.


Bersambung..... 
Note : Sambungannya terserah anda saja :)

0 komentar:

Posting Komentar

 

SMS Gratis

Reality Art


Ra_Er Kangen

Text Area akang

Ra_Er Kangen

Ra_Er Kangen

Ra_Er Kangen

Text Area akang

Akang Erdhy Marzabet

Original design by: halim-rumble.blogspot.com - halim-rumble.blogspot.com - 2011

Move your mouse to go back to the page!
Hey...jangan pergi dulu gerakin aja lagi mousenya,nah gitu dong!

Friend's Link

:: Blogg ::
Goresan Akang
Merangkai Goresan di tengah hingar bingar suara ego sang waktu...

Blog Sarah
Amoidicini's Wordpress
Amoidicini's Blog
Download mp3 Pop Indonesia n Minang
Download mp3 Pop Indonesia n Minang dan Pasambahan Bahasa Minang Free
Powered by : Akang

Flashdisk Tutorials
Kuliah Qu
Merangkai Goresan di tengah hingar bingar suara ego sang waktu


++++++++++++++

:: Facebook ::
Amoi Di Ciini
Erdi Mysterio
Raer Clamana
Merisa Icha Wahyuni

++++++++++++++

:: Twitter ::
RaEr Clamana (Kangen)
Merisa Icha Wahyuni
Rahmi Mulyani

++++++++++++++

:: Friendster ::
Erdi Marzabet
Amoi Dii Cini

++++++++++++++

Kritik dan saran Anda sangat kami perlukan demi kemajuan blog ini...

Form Kritik dan Saran


Nama

Awal

Akhir
Saran & Kritik :
Image Verification
captcha
Masukkan code verifikasi gambar dibawah:
[Refresh] [Apa ini?]

© Black Newspaper Copyright by Goresan ™ Akang Erdi ™ | Template by | Download This Template Black Newspaper

free download templates blogger | blogger tutorial, poto bugil | info bisnis online, bisnis internet | free domain | blogger,blog,blogspot | pembelajaran